Selamat Datang di Blog Kami ENTREPRENEUR.SGC_2014

Sabtu, 12 April 2014

Metode Pembuatan Pupuk Cair ORGANIK

Metode Pembuatan Pupuk Cair
Mengapa harus ditekankan demikian? Karena kami berpandangan pupuk organik tidak hanya mempunyai fungsi sebagai penyedia hara, melainkan juga berfungsi memperbaiki lingkungan sekitar tanaman, baik secara fisik, kimia, maupun biologi. Oleh karena itu pupuk organik bukan sekedar dibuat dari bahan-bahan organik, tetapi juga harus berkerja secara organis juga pada tanaman. Agar bisa dibedakan dengan pupuk organik cair yang banyak beredar dipasaran. Dimana pupuk tersebut dibuat dari bahan organik tetapi pembuatannya tidak melibatkan proses dekomposisi biologi, tetapi lebih menggunakan proses fisik, seperti pemanasan, ekstraksi, penguapan dan lain-lain.
Terdapat dua macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses pengomposan. Pertama adalah pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran semuanya. Pupuk organik cair semacam ini karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. Dalam bahasa lebih mudah, kira-kira seperti teh yang dicelupkan ke dalam air lalu airnya dijadikan pupuk.
Pupuk cair tipe ini suspensi larutannya kurang stabil dan mudah mengendap. Kita tidak bisa menyimpan pupuk tipe ini dalam jangka waktu lama. Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan. Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk pada permukaan tanah disekitar tanaman, tidak disemprotkan ke daun.
Kedua adalah pupuk organik cair yang dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya dari material organik yang belum terkomposkan. Unsur hara yang terkandung dalam larutan pupuk cair tipe ini benar-benar berbentuk cair. Jadi larutannya lebih stabil. Bila dibiarkan tidak mengendap. Oleh karena itu, sifat dan karakteristiknya pun berbeda dengan pupuk cair yang dibuat dari pupuk padat yang dilarutkan ke dalam air. Tulisan ini bermaksud untuk membahas pupuk organik cair tipe yang kedua.


PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR

Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga atau batang. Caranya dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu kemudian disemprotkan pada tanaman. Kepekatan pupuk organik cair yang akan disemprotkan tidak boleh lebih dari 2%. Pada kebanyakan produk, pengenceran dilakukan hingga seratus kalinya. Artinya, setiap 1 liter pupuk diencerkan dengan 100 liter air.
Untuk merangsang pertumbuhan daun, pupuk organik cair bisa disemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. Sedangkan untuk menghasilkan buah, biji atau umbi, pupuk disemprotkan saat perubahan fase tanaman dari vegetatif ke generatif. Bisa disemprotkan langsung pada bunga ataupun pada batang dan daun. Setiap penyemprotan hendaknya dilakukan dengan interval waktu satu minggu jika musim kering atau 3 hari sekali pada musim hujan. Namun dosis ini harus disesuaikan lagi dengan jenis tanaman yang akan disemprot.
Pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan daun, gunakan pupuk organik cair yang banyak mengandung nitrogen. Caranya adalah dengan membuat pupuk dari bahan baku kaya nitrogen seperti kotoran ayam, hijauan dan jerami. Sedangkan pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan buah, gunakan bahan baku pupuk yang kaya kalium dan fosfor, seperti kotoran kambing, kotoran sapi, sekam padi dan dedak. Kandungan setiap jenis material organik bisa dilihat di tabel berikut.
Secara sederhana bisa dikatakan, untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan sumber bahan organik dari jenis daun-daunan. Sedangkan untuk membuat pupuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.

SIFAT DAN KARAKTERISTIK PUPUK ORGANIK CAIR

Pupuk organik cair tidak bisa dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama/dasar. Pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan hara untuk jangka yang panjang. Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Namun di sisi lain, lebih mudah dicerna oleh tanaman.
Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). Pupuk organik cair bisa berfungsi sebagai perangsang tumbuh. Terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya.
Pemberian pupuk organik cair lewat daun harus hati-hati. Jaga jangan sampai overdosis, karena bisa mematikan tanaman. Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Setiap tanaman mempunyai kapasitas dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teoritik, tanaman hanya sanggup menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari. Pada daun, meskipun kami belum menemukan angka persisnya, bisa diperkirakan jumlahnya tidak lebih dari 2%. Oleh karena itu pemberian pupuk organik cair pada daun harus diencerkan terlebih dahulu.
Karena sifatnya sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro. Sementara unsur hara makro dipenuhi oleh pupuk utama lewat tanah, pupuk organik cair harus memberikan unsur hara mikro yang lebih. Untuk mendapatkan kandungan hara mikro, bisa dipilah dari bahan baku pupuk.

 


CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR

  • Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
  • Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
  • Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
  • Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
  • Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
  • Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
  • Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
  • Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
  • Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.

Minggu, 06 April 2014

Membuat Mesin Arum Manis Sekelas TENESCorp. #Sabtu, 15 Maret 2014

Assalamualaikum Wr.Wb. sobat…
Mesin Arum Manis TENES Corp. (Belum FIX)
Kali ini kami akan menceritakan sedikit mengenai aktifitas kami pada hari Sabtu, 15 Maret 2014. Hari itu kami membuat mesin arum manis. Seru lo…
Jadi, langsung berangkat… ^_^

Hari Sabtu, 15 Maret 2014, kami sekelas memulai aktivitas baru dari pagi sampai sore hari. Pagi harinya, kita semua ngumpul di rumahnya Jaya. Yaaa, egak semunya ngumpul sih, masih ada beberapa anak yang masih belum dateng,  jadi yang udah pada dateng nunggu dulu sambil menyiapkan alat dan bahan yang akan kita gunakan. Akhirnya, penantian kita tehadap anak-anak yang belum dateng berakhir juga. Alhamdulillah mereka datang tepat disaat kita udah prepare semuanya dan udah mau fix membikin mesinnya. Pekerjaan kita dimulai udah agak siangan sih¸ cuman ya egak siang banget. Sekitaran jam 10 – 11 an kita kerja. Disini, kita dibagi dua kelompok. Kelompok cewek sama kelompok cowok. Sebenernya, pihak sekolah menyuruh kami untuk membuat 2 kelompok yang ada cowok sama ceweknya, cuman karena kekeluargaan kami sangat erat kita egak mau dibagi kelompoknya kayak gitu. Jadi ya udah, kita bagi kelompoknya cewek dan cowok yang simple dan egak bikin ribet meskipun jumlah cowok dan ceweknya jomplang sedikit karena dikelas kami kebanyakan cewek.


Cerita pertama datang dari kelompok cewek. Ceritanya gini, kelompok cewek dan cowok dibagi tugas dimana cowok membuat mesin candy cottonnya sedangkan kelompok cewek menjadi seksi konsumsi, pendukung, kameramen, dan pemeriah suasana disana. Kenapa pembagian tugasnya seperti itu? Karena pembuatan mesin tersebut menggunakan alat-alat yang tidak boleh sembarangan dipegang, seperti lem tembak, solder, cutter, korek, dan alat lainnya yang bisa merusak kehalusan tangan kami para wanita. Pekerjaan dimulai, kami para wanita mulai berkumpul dan mulai berencana untuk membeli sesuatu tapi egak dibayarin melainkan bayar sendiri pake uang sendiri. Jadi sejatinya, kami para cewek hanya menyediakn jasa antar makanan saja tidak membelikan makanan. Tapi egak sepenuhnya kami para cewek menyediakan makanan, para cowok ada yang modal dikit buat beli makanan dan cowok itu adalah Dika bahkan saking modalnya tuh anak, dia membelikan makanan yang cukup banyak untuk anak sekelas dan minuman special yang diberikan untuk dek Nisa (cewek yang rumornya disukain sama Dika, cuman sayangnya dek Nisa egak suka sama Dika). Next, kita pergi ke tugas kelompok para cewek sebagai pendukung. Tugas ini adalah tugas yang paling enteng banget buat kami para cewek, karena kita cuma nengokin anak cowok yang lagi kerja dan berkata “Yeeeyyyy, ayok bentar lagi jadi tuh!” atau kami sok-sok perhatian “Awas hati-hati! Nanti kalau kena itu gimana?” atau bisa jadi, kami sok-sok pengen tau “Ih, itu kayak mana caranya? Kok bisa sih jadi kayak gitu?” intinya ditugas ini kami memberi rasa peduli kepada para pria, supaya merekanya semangat... Lanjut ketugas kameramen. Egak semua cewek disini bisa jadi kameramen ya sebenernya sih bisa bisa aja, cuman karena ada faktor M yaitu MALES jadi ya egak semuanya kameramen. Lagipula, kamera kami disini Cuma ada beberapa aja, egak banyak, paling-paling Cuma 3-4 kamera. Nah, yang jadi kameramen Cuma foto-foto doang. Foto’in anak cowok yang lagi pada ngebuat mesinnya. Tugas terakhir kami para cewek adalah memeriahkan suasana. Ini gampang baget. Kami para cewek cukup berteriak-teriak tapi egak keras-keras banget teriakannya biar tetangga egak keberisikan banget. Selain pake suara kami sendiri untuk memeriahkannya, kami juga pake music dengan pengeras suara berupa salon miliknya Jauha’ yang jauh-jauh diambil dari rumahnya ke rumahnya Jaya. Music yang disetel lumayan keras, bisalah untuk didengerin satu RT.

Sekarang kita GO ke tugas para anak-anak cowok. Jadi, karena para cewek gak bisa bantu banyak, malah yang ada kalo’ bantu jadi nyusahin, maka dengan sangat senang hati anak-anak cowoklah yang membuat mesin arum manis secara keseluruhan.

Pertama-tama, para cowok yang sudah berkumpul di rumah Jaya menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat mesin arum manis. Dengan bantuan para wanita cantik, akhirnya semua alat dan bahan terkumpul. Alat dan bahan tersebut adalah :
      
Bahan :
  • Kaleng Lasegar,
  • Kabel,
  • Roda Tamiya,
  • As Tamiya,
  • Adaptor,
  • Batrai ABC 2 buah,
  • Dinamo mobil remote 2 buah,

Alat :
  • Solder,
  • Lem tembak,
  • Cutter,
  • Korek,
  • Obeng,
  • Tang,


Kami ber-10 segera membongkar 2 mobil remote yang ada di depan kami. Dengan 5 obeng, kami dapat membongkar mobil remote tersebut hanya dalam 5 menit. Kami mengambil dynamo di dalamnya dan membuang mobil remote secara keseluruhan.

Kami segera mengambil 4 buah kaleng Lasegar dan kawan-kawannya untuk dibelah horizontal menjadi 2 dan digabungkan kembali supaya jadi seperti ini. Setelah ke-4 kaleng jadi, kami segera beranjak ke tugas selanjutnya.

Kami memotong kabel dan menyambungkannya dengan kutub dynamo. Aziz memegang solder, Rizky memegang dynamo, Irfan dan Jaya menjaga stopkontak, Dika berdoa, Tyo dan Yoga menemani Dika, dan Sadam melihat mereka semua beraksi… Setelah terhubung dengan kabel, kami mencoba menghubungkan kabel dengan baterai. Kami sangat senang saat melihat dynamo kami berputar. Kamipun segera menyelesaikan dynamo yang satunya lagi.

Sadam dan Irfan yang menganggur masuk ke dalam rumah Jaya sambil membawa 4 kaleng dan 4 roda Tamiya. Mereka juga membawa lem tembak. Kedua anak itu menyatukan roda Tamiya dan kaleng menggunakan lem tembak. Roda Tamiya diletakkan di atas kaleng yang ada lubangnya, lalu dipaskan tepat di tengah-tengah kaleng dan dilem. Menggunakan lem tembak harus hati-hati, karena lem yang baru keluar sangatlah panas. Setelah keempat kaleng disatukan dengan roda Tamiya, Irfan dan Sadam segera keluar dari Rumah Jaya dan membantu anak-anak cowok lain menyolder kabel dengan dynamo.

Setelah lem di kaleng kering, kami segera menyatukan kaleng dengan dynamo yang telah disolder tadi. Setelah disatukan, kami mencoba menyalakan dynamo tersebut. Betapa senang hati kami ber-10 saat melihat kaleng pada dynamo kami berputar dengan cepat dan seimbang. Para cewek yang melihatpun ikut teriak-teriak kegirangan. Haduh, berisik… -_-‘

Setelah selesai semua, kamipun rehat sejenak. Kami duduk bersama dan menganbil nafas bersama. Tak terasa, waktu yang dibutuhkan untuk membuat 2 mesin cotton candy tidak lama. Kelompok anak cowok berhasil membuatnya kurang lebih 3 jam. Intinya, anak cowok berhasil menunjukkan mesinnya yang bisa diputar dengan seimbang itu menjelang azan dzuhur. Disitu kami anak kelas udah seneng banget yaaa sekalipun mesinnya belum jadi bener-bener dan mesti ditambahkan embel-embelnya dikit, tapi setidaknya itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuat kami bangga. Karena mesin tersebut dikatakan fix udah jadi, anak-anakpun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Pertemuan kami yang singkat inipun berakhir. Mesin Arum Manis dibawa oleh Sadam dan disimpan di rumahnya. Pengalaman hari ini emang luar biasa banget… Jos gandos bisa ngumpul bareng sambil ngerjain tugas EP. Meskipun tak ada makanan yang dihidangkan, kami lega karena mesin kami sudah jadi. Aziz, Sadam, Yoga, Jaya, dan Tyopun janjian lagi nanti sore mau ngelanjutin bikin mesin arum manis.

Sekian cerita singkat dari kami…
Maaf kalo’ cerita seingkat ini agak sedikiti kepanjangan…
Semoga cerita kami kali ini dapat menginspirasi anda semua para pembaca setia blog kami…

Salam Super Cemungudh Eaaa…

Wassalamualaikum Wr.Wb… ^_^

Sabtu, 05 April 2014

General EP bersama Pak MakRos ( Tutorial Mesin Arum Manis ) ~13 Maret 2014~

Assalamualaikum Wr.Wb...

Ehh, ketemu lagi dengan grup kami yang isinya para penghuni yang kece-kece, imut-imut, rajin menabung, dan tidak sombong...
Kami mau bagi cerita sedikit nih! Lewat blog ini kami bakalan nuangin semua kejadian pada tanggal 13 Maret 2014.
Langsung cerita yaaaaaaaaa...........

General EP di Cafe'taria SMA SGC

Hari itu adalah hari Kamis, tepatnya tanggal 13 Maret 2014 yang sebenarnya kelas kami tidak ada pelajaran Entrepreneurship. Hanya saja pelajaran itu diadakan secara general yang dihadiri oleh seluruh kelas 10 yang kita sebut sebagai General EP. General EP dimulai disaat kelas kami telah usai pelajaran CIT atau TIK (Komputer). Sebenarnya setelah CIT, jadwal pelajaran selanjutnya adalah bahasa Inggris namun bahasa Inggris diganti oleh General EP. Jadi kita semua anak kelas 10 berkumpul di cafe dan duduk 2 baris sesuai dengan kelas masing-masing untuk memulai General EP dan mendengarkan persentasi tentang "Tutorial Cotton Candy Machine" dari para siswa kelas 10 Social dan guru EP yang paling kece yaitu pak MakRos. 


General EP pun dimulai dengan pembukaan dari anak 10 Social atau XSO. Dua anak dari XSO membuka acara dan mulai mempersilahkan para presenter untuk berpresentasi. Presentasi pertama, dilakukan oleh Pak MakRos tentang pengenalan Entrepreneurship kepada para murid. Saat presentasi dilakukan beberapa murid dari masing-masing kelas ada yang menjadi kameramen untuk memotret kegiatan yang sedang terjadi dihari itu. Presentasi selanjutnya, dilakukan oleh anak-anak XSO dengan mengenalkan Cotton Candy Machine kepada kami. Mulai dari bahan yang terdiri dari kaleng bekas, as tamiya, gunting, kabel, adaptor, korek api sampai ke cara pembuatannya
mereka sampaikan sekalipun penyampaiannya cukup susah dicerna oleh otak lola’ yang kami miliki ini. Tapi menurut kami yang bukan anak XSO, cara membuat "Cotton Candy Machine" itu susah-susah gampang kok. Hasil karya anak XSO pun lumayan, meskipun mereka mengalami beberapa kali kegagalan seperti perputaran kaleng Cotton Candy-nya tidak stabil, baterai
yang cepat habis dayanya saat digunakan, dan kegagalan lainnya. Kelemahan mesin dari anak XSO yang telah ditunjukkan kepada kami adalah gula yang nantinya dituangkan kedalam kaleng cotton candy mesin akan tumpah-tumpah karena tidak adanya penutup diatasnya. Selain penunjukkan alat dari anak Xso, pak MakRos pun ikut serta untuk nunjukkan alat yang ia buat sendiri. Mesin yang beliau buat cukup sempurna.








Setelah presentasi dan pertunjukkan mesin-mesin yang telah dibuat kepada kami selesai, tiba waktunya pak MakRos untuk memberi tugas kepada kami berupa pembuatan 2 Cotton Candy Machine yang akan dilakukan disetiap kelas, dimana tiap kelas akan dibagi jadi 2 kelompok. Setiap kelompok membuat 1 cotton candy mechine. Disitu, kita sekelas langsung berkumpul dan mendiskusikan untuk pembagian kelompoknya. Tapi, karena kita kebingungan bagaimana cara membaginya, akhirnya kami bagi ikut urutan absen. Absen nomor 1-13 adalah kelompok pertama, absen 14-25 kelompok kedua. Sebenarnya kelompok-kelompok itu belum benar-benar fix karena kita disana benar-benar kebingungan membagi kelompoknya. Jadi, kita ngasal-ngasal dulu bikinnya, ya nggak apa-apalah yang penting jadi. Setelah kebingungan dengan pembagian kelompok, kami dikejutkan dengan adanya berita bahwa mesin cotton candy-nya harus jadi minggu depan disaat kami ada pelajaran EP. Kami terkejut, kami sangat kaget, dan kami sangat shock mendengar itu semua. Akhirnya kami mengambil keputusan bahwa hari Sabtu tanggal 15 Maret 2014 untuk berkumpul satu kelas dirumah Jaya atas pembagian dan pembuatan grup juga mesin cotton candy-nya. Keputusan yang dibuat sudah fix tepat dengan bel istirahat yang berbunyi 2 kali. General EP-pun selesai, semua murid keluar dari cafe untuk beristirahat dan makan siang... ^_^

Sekian cerita mengenai General EP yang bikin Gupek kami sekelas. Kapan-kapan kami lanjutkan cerita tentang proses pembuatan Cotton Candy Machine pada Sabtu 15 Maret 2014 di rumah Jaya.

Tetap setia nantikan postingan terbaru kami ya?
Salam super Cemungudh kakak...
Wassalamualaikum Wr.Wb...

Selasa, 25 Maret 2014

Budidaya Tanaman MENTIMUN

Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Cucurbitales
Famili: Cucurbitaceae
Genus: Cucumis
Spesies: C. Sativus
Nama binomial: Cucumis sativus L.

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman semusim yang bersifat menjalar atau memanjat dengan perantaraan alat pemegang berbentuk pilin atau spiral. Bagian yang dimakan dari sayuran ini adalah buahnya. Biasanya buah mentimun dimakan mentah sebagai lalap dalam hidangan makanan dan juga di sajikan dalam bentuk buah segar (Sugito, 1992).

Mentimun atau Cucumis sativus merupakan tanaman yang bisa beradaptasi pada berbagai jenis iklim. Namun, kondisi budidaya mentimun lebih maksimal di iklim kering dengan penyinaran penuh pada suhu 21-27oC. Sedangkan ketinggian ideal untuk budidaya mentimun adalah 1000-1200 meter dari permukaan laut. Meskipun begitu mentimun masih bisa ditanam di dataran rendah.

Nilai gizi mentimun cukup baik karena sayuran buah ini merupakan sumber mineral dan vitamin. Kandungan nutrisi per 100 g mentimun terdiri dari 15 kalori, 0,8 g protein, 0,1 g pati, 3 g karbohidrat, 30 mg fosfor, 0,5 mg besi, 0,02 thianine, 0,01 riboflavin, 14 mg asam, 0,45 vitamin A, 0,3 vitamin B1, dan 0,2 vitamin B2 (Sumpena, 2001).

Budidaya mentimun organik membutuhkan perawatan ekstra, karena tanaman ini rentan terhadap hama dan cuaca. Mentimun akan lebih bagus ditanam pada tanah yang mengandung hara organik cukup banyak. Tekstur tanah yang baik bagi tumbuh kembang tanaman ini berkadar liat rendah dengan pH 6-7.

Produksi mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal potensinya masih bisa ditingkatkan. Untuk itu PT. Natural Nusantara berupaya turut membantu meningkatkan produksi secara Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (K-3).

Bagian Tubuh MENTIMUN
Mentimun memiliki akar tunggang dan bulu-bulu akar, tetapi daya tembus akar relatif dangkal, pada kedalaman sekitar 30-60 cm. Oleh sebab itu, tanaman mentimun termasuk peka terhadap kekurangan dan kelebihan air.

Tanaman mentimun memiliki batang yang berwarna hijau, berbulu dengan panjang yang bisa mencapai 1,5 m dan  umumnya batang mentimun mengandung air dan lunak.Mentimun mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur mentimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan. Bila menyentuh galah sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur itu telah melekat kuat pada galah/ajir.

Daun mentimun lebar berlekuk menjari dan dangkal, berwarna hijau muda sampai hijau tua. Daunnya beraroma kurang sedap dan langu, serta berbulu tetapi tidak tajam. Dan berbentuk bulat lebar dengan bagaian ujung yang meruncing berbentuk jantung, kedudukan daun pada batang tanaman berselang seling antara satu daun dengan daun diatasnya.
Bunga mentimun berwarna kuning dan berbentuk terompet, tanaman ini berumah satu artinya, bunga jantan dan bunga betinah terpisah, tetapi masih dalam satu pohon. Bunga betina mempunyai bakal buah berbentuk lonjong yang membengkak, sedangkan bunga jantan tidak. Letak bakal buah tersebut di bawah mahkota bunga.

Buah mentimun muda berwarna antara hijau, hijau gelap, hijau muda, hijau keputihan sampai putih, tergantung kultivar yang diusahakan. Sementara buah mentimun yang sudah tua (untuk produksi benih) berwarna cokelat, cokelat tua bersisik, kuning tua, dan putih bersisik. Panjang dan diameter buah mentimun antara 12-25 cm dengan diameter antara 2-5 cm atau tergantung kultivar yang diusahakan.

Jenis-jenis MENTIMUN
Jenis mentimun yang banyak dibudidayakan dan diminati masyarakat yakni:
1)   Mentimun Jepang (Japanese varietas),
timun ini berasal dari Jepang dengan ciri buah panjang antara 18-20 cm dengan berat buah 80-120 g, diameter 1,5-2,5 cm, memiliki buah berasa manis, dan kandungan air lebih sedikit.
2)   Mentimun hibrida yang disilangkan dengan dua jenis induk yang mempunyai sifat-sifat unggul dan keturunannya memiliki sifat yang lebih baik dari induknya. Salah satu mentimun hibrida yakni varietas Hercules 56 yang memiliki ciri buah berwarna hijau, panjang 20 cm, diameter 4 cm, umur panen 35 hari dan memiliki percabang yang banyak dan tahan terhadap penyakit downy mildew.
3)   Mentimun lokal
berasal dari petani setempat dengan ciri tanaman memiliki umur berbunga 20-30 hst dan umur panen 30-35 hst, warna buah muda sangat beragam, yaitu putih, hijau, atau hijau keputihan, sedangkan warna buah tua kuning atau coklat, panjang buah antara 12-19 cm  (Sumpena, 2002).

SYARAT PERTUMBUHAN
IKLIM
Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari, temperatur (21,1 - 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 - 1.200 mdpl. Sedangkan untuk jenis Timun jepang seperti jenis lainnya dapat hidup pada lahan berketinggian sekitar 200 - 800 m dpl. Pertumbuhan optimalnya dapat dicapai jika di tanam pada lahan yang berada pada ketinggian 400 m dpl.
Media Tanam
Tanah gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah meresapkan air, pH tanah 6-7.
Tanah yang telah diolah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-20 kg/ha. Setelah itu, dibuatkan bedengan dengan lebar 100 cm dan saluran air selebar 20-30 cm. Panjang bedengan tergantung keadaan musim. Jika musim hujan, bedengan dibuat lebih tinggi agar drainase dan aerasi baik, yaitu 30-40 cm. Sedangkan jika musim kemarau, bedengan hanya berukuran 20-25 cm. Syarat tumbuh dan budidaya timun gherkin sama seperti budidaya timun jepang. Yang berbeda hanya jarak tanam optimal, panen, dan ukuran buah yang dipanen. Penanaman timun gherkin berjarak tanam optimal 60 x 50 cm. Timun ini dapat dipanen sekitar 42 hari dengan ukuran buah sekitar 6-9 cm atau tergantung permintaan pembeli.

Penyiapan BENIH dan MEDIA Penyemaian
Budidaya mentimun biasanya memperbanyak tanaman melalui biji. Benih timun jepang dan timun gherkin masih diimpor dari negeri asalnya. Sebelum benih ditanam, sebaiknya media persemaian dipersiapkan terlebih dahulu. Benih dituntut memiliki mutu tinggi sebab benih harus mampu menghasilkan tanaman yang berproduksi maksimum.

Cara mendapatkan benih yang baik adalah dengan menyeleksi mentimun yang pangkalnya kecil namun buahnya panjang dan besar. Biarkan buah mentimun tersebut masak dipohon. Setelah terlihat akan membusuk petik buah tersebut dan diamkan selama satu malam. Keesokannya buah dibelah dan dikerok bijinya. Lalu masukkan kedalam wadah yang bersih dan biarkan kembali selama satu malam.
Setelah itu, ayak biji mentimun di air mengalir sampai selaput yang menyelubunginya hilang. Untuk memudahkan pengelupasan selaput, campurkan halus abu pada benih tersebut. Pada waktu pengayakan lakukan sortasi biji. Pilih biji yang tenggelam, tidak hanyut terbawa aliran air. Kemudian jemur biji mentimun selama 2 hari. Setelah dijemur sebaiknya biji dikemas dalam botol kaca yang bersih. Simpan biji tersebut selama 1-2 bulan sebelum digunakan untuk menghilangkan masa dormannya. Benih yang disimpan dengan baik bisa bertahan hingga satu tahun.
Sehari sebelum budidaya mentimun dilakukan, siapkan benih dengan cara direndam dalam air hangat selama 3-5 jam kemudian letakkan di kain basah dan lembab. Setelah 15-24 jam biasanya akan tumbuh tunas dari biji-biji tersebut, dan benih mentimun siap untuk ditanam.

Media persemaian itu berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 7:3. Sebagai tempat media persemaian dapat digunakan polybag atau kantung plastik transparan. Sebelum digunakan, media semai disterilkan dulu dengan Dithane/Cobox 0,2 % clan Furadan/Curater sebanyak 15 g/100 kg media. Meskipun benih dapat langsung ditanam, namun untuk mengurangi kegagalan, sebaiknya benih mendapat perlakuan sebagai berikut.

Setelah benih disiapkan, benih dapat langsung ditanam di tempat yang telah disiapkan. Pada musim hujan, persemaian harus diberi atap plastik transparan. Jika timun disemaikan saat musim kemarau, bedengan bisa dibuat di tempat terbuka. Namun, pada beberapa hari pertama, bedengan harus ditutup dengan daun-daun kering. Usahakan sinar matahari bisa masuk lebih kurang 35 %. Tanah persemaian disiram setiap 1-2 hari sekali. Apabila daun keping terbuka, bibit disemprot dengan Antracol dan Cobox (fungisida), Karphos atau Hostathion (insektisida), dan Agrept (bakterisida) setiap 2 hari sekali. Dosis yang digunakan setengah dari dosis yang dianjurkan. 

Pengolahan Media Tanam

Pertama-tama bajak atau balik tanah sedalam 20-30 cm. Pada kondisi tanah dengan pH kurang dari 6 berikan kapur dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar, tergantung keasaman tanah. Campurkan dengan tanah dan diamkan selama 1-2 minggu.
Buat bedengan dengan lebar 1 meter tinggi 20-30 cm dan panjang disesuaikan kebutuhan. Buat jarak antar bedengan 30 cm. Tutup bedengan dengan mulsa plastik. Kegunaan mulsa plastik untuk mempertahankan kelembaban tanah, karena mentimun lebih baik ditanam di musim kemarau yang penyinarannya penuh. Namun, zona perakaran untuk mentimun harus tetap dijaga kelembabannya.
Buatlah lubang tanam pada permukaan mulsa dengan diameter 10 cm, setiap bedengan dua baris lubang tanam. Jarak antar lubang tanam dalam satu baris 40 cm dan jarak antar baris 50-60 cm.
Berikan pupuk kandang, lebih baik campuran antara kotoran ayam dengan kotoran kambing atau sapi 1:1. Cara pemberian pupuk bisa ditebar dalam bedengan kemudian diaduk dengan tanah, atau diletakan pada lubang tanam. Letakan pupuk sebanyak 0,5-1 kg pada setiap lubang tanam. Total kebutuhan pupuk untuk satu hektar 20-30 ton. Setelah diberi pupuk biarkan lahan selama 1-2 minggu.

1.                Bersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan.
2.                Berikan kalsit/dolomit pH tanah 6

Pembuatan BEDENGAN
Dalam pembuatan bedeng dengan cara pencangkulan akan mempengaruhi sifat fisik tanah yang berfungsi memperbaiki ruang pori-pori tanah yang terbentuk diantara partikel-partikel  tanah (tekstur dan stuktur). Kerapatan dan rongga-rongga akibat pencangkulan akan memudahkan air dan udara bersirkulasi di dalamnya (drainase dan aerasi). Selain tempat untuk bersirkulasi, pori-pori tanah olahan akan memudahkan pergerakan akar tanaman dalam penyerapan unsur hara lebih mudah dan memungkinkan tanaman tumbuh subur.

Penanaman Benih MENTIMUN
Tanamlah biji yang telah bertunas, yang telah disiapkan dengan cara yang sudah diuraikan di atas. Masukkan masing-masing satu biji kedalam lubang tanam kemudian tutup dengan tanah. Siram setiap pagi dan sore hari. Setelah 2 hari biasanya benih yang ditanam sudah mulai tumbuh dan bertunas agak lebih tinggi.
1.                Siram bibit dalam polibag dengan air
2.                Keluarkan bibit bersama medianya dari polibag.
3.                Tanamkan bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar batang.

Perawatan Tanaman MENTIMUN
Pada umur 3-4 hari setelah tanam lakukan pengontrolan tanaman, kemudian segera sulam apabila ada tanaman yang mati atau gagal tumbuh dengan benih baru. Bersihkan gulma di sekitar area tanam. Pada umur 2 minggu setelah tanam, biasanya daun sudah mulai muncul. Berikan pupuk tambahan berupa pupuk cair.
Pupuk cair dibuat dari kotoran kambing yang telah matang dicampur dengan air. Komposisi campuran 1 kg kotoran kambing dengan 1 liter air. Campuran tersebut harus didiamkan terlebih dahulu selama satu minggu. Berikan pupuk cair dengan cara menyiramkannya pada setiap lubang tanam. Kebutuhan pupuk cair adalah 1 liter per meter persegi.

·         Tanaman yang rusak atau mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
·         Bersihkan gulma (bisa bersama waktu pemupukan).
·         Pasang ajir pada 5 hst ( hari setelah tanam ) untuk merambatkan tanaman.
·         Daun yang terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
·         Pengairan dan Penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara di siram atau menggenangi lahan selama 15-30 menit. -Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.

Pemupukan
Tanah gambut di Indonesia tidak hanya bermasalah dengan kemasaman dan kelarutan Al yang tinggi, tetapi juga miskin hara, terutama hara makro seperti  N, P, K, dan Mg. Oleh karena itu, pengapuran bukannya satu-satunya upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan produktivitas lahan yang ditempati tanah bersifat asam. Pengapuran yang tidak disertai dengan pemupukan akan sama buruknya dengan pemupukan yang tidak didahului pengapuran.
Pemberian pupuk bertujuan untuk mengembalikan unsur hara yang telah hilang akibat pencucian air tanah, sehingga kebutuhan akan unsur hara tanaman dapat terpenuhi. Dalam pengaplikasiaan pupuk meliputi beberapa cara seperti penaburan, penugalan, pembenaman, penyemprotan dan penyiraman (Suteja, 1997).
Peranan suplai unsur hara untuk tanaman menunjukan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan kualitas mentimun. Jenis pupuk yang dapat digunakan pupuk organik berupa pupuk kandang ayam dan pupuk anorganik berupa Urea, TSP, KCL, dan curater. Pemupukan dilakukan 2 kali yakni pemberian awal dan pemberian susulan. Pemberian pupuk susulan terhadap budidaya mentimun dengan mulsa dilakukan setelah tanaman berumur 1 bulan dengan menggunakan pupuk NPK yang dicairkan. Cara pemberiannya dengan penyiraman dengan dosis 50 g/10 liter air lalu disiramkan disekitar tanaman. Larutan sebanyak itu digunakan untuk 50 tanaman.

Pemasangan AJIR (Cagak Bambu)
Mentimun merupakan tanaman yang bersifat memanjat (Indeterminate), sehingga dalam pertumbuhannya mentimun membutuhkan tiang penyangga atau ajir sebagai tempat tegak dan pembentukan buah tanaman tidak terhalang atau terhambat. Dengan kondisi pertumbuhan seperti ini maka persentase terbentuknya buah yang normal (lurus) akan lebih banyak dibandingkan dengan buah-buah yang terbentuk abnormal.  Ajir berfungsi untuk 1) tempat tegak tanaman, 2) mengurangi pembentukan buah abnormal, 3) mengurangi terserang hama, dan 4) memudahkan cara pemanenan.

HAMA dan PENYAKIT yang menyerang si MENTIMUN
HAMA
a. Oteng-oteng atau Kutu Kuya (Aulocophora similis Oliver).
Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA.
b. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar.
c. Lalat buah (Dacus cucurbitae Coq.)
Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang mentimun muda untuk bertelur, Gejala: memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk. Pengendalian : Natural METILAT.
d. Kutu daun (Aphis gossypii Clover)
Kutu berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam. Gejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini juga penyebar virus. Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA

PENYAKIT
a. Busuk daun (Downy mildew)
Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun pada kelembaban udara tinggi, temperatur 16 - 22°C dan berembun atau berkabut. Gejala : daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
b. Penyakit tepung (Powdery mildew )
Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelemaban tinggi. Gejala : permukaan daun dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
c. Antraknose
Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala: bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
d. Bercak daun bersudut
Penyebab : cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan. Gejala : daun berbercak kecil kuning dan bersudut; pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
e. Virus
Penyebab : Cucumber Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic, PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov. Gejala : daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil. Pengendalian: dengan mengendalikan serangga vektor dengan Natural BVR atau PESTONA, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.
f. Kudis (Scab)
Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
g. Busuk buah
Penyebab : cendawan (1) Phytium aphinadermatum (Edson) Fizt.; (2) Phytopthora sp., Fusarium sp.; (3) Rhizophus sp., (4) Erwinia carotovora pv. Carotovora. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan. Gejala : (1) Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah; (2) Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut; (3) Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah; (4) Erwinia carotovora: buah membusuk, hancur dan berbau busuk. Pengendalian: dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 - 7 derajat C. Dan pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

Pengendalian HAMA dan PENYAKIT
Hama dan penyakit pada mentimun sebenarnya tidak terlalu banyak. Pemberantasan dilakukan setelah terlihat tanda-tanda serangan. Cara pemberatasannya antara lain dengan cara mekanis (eradiksi/pemotongan daun) maupun dengan cara kimia (penyemprotan pestisida). Hama yang sering mengganggu yakni Thrips dan Imago thripis yang merusak tanaman dengan cara menghisap cairan sel. Tanda awal dari kerusakan ini bila daun dihadapkan ke sinar matahari akan kelihatan bintik berwarna putih. Pengendalian serangan hama ini dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida.

Penyakit yang sering menyerang yakni Downy mildew (Pseudomonas cubensis Berk dan Curt) di awali dengan adanya bintik hitam pada permukaan daun yang kemudian berubah menjadi kuning, kemudian meluas menjadi bercak. Pemberantasan penyakit ini dilakukan dengan cara penyemprotan fungisida seperti Benlate dan Dithane. Penyakit layu sering menyerang pada musim hujan ketika tanah tergenang dan terlalu basah. Penyebab penyakit layu diakibatkan oleh Fusarium wilt F, dengan cara pengendalian membuat drainase atau saluran air yang baik dan pembuatan bedeng tanaman yang tinggi ± 50 cm.

Panen budidaya mentimun
Mentimun mulai berbunga pada 20 hari setelah tanam dan berbuah setelah 40 hari. Panen pertama budidaya mentimun biasanya dilakukan setelah 75 hari. Pemanenan dilakukan secara bertahap selama 1-1,5 bulan. Panen bisa dilakukan setiap hari, ciri-ciri buah yang dapat dipanen, yaitu buah masih berduri, panjang buah antara 10-30 cm atau tergantung jenis yang diusahakan umumnya bisa dipetik 1-2 buah per tanaman. Mentimun sayur dipanen 5 - 10 hari sekali tergantung dari varitas dan ukuran/umur buah yang dikehendaki. Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.Produksi buah mentimun yang baik bisa mencapai 30 ton per hektar. Mentimun hasil panen harus diletakkan di tempat sejuk karena buah mentimun akan cepat kehilangan kandungan air. Setelah dipanen, biasanya mentimun di pack dalam tempat yang mempunyai sirkulasi udara atau dimasukkan karung untuk dijual ke pasar.

SUMBER :